Jumat, 06 Februari 2009

masturbasi

Masturbasi memberi kesempatan kepada setiap orang untuk menjelajahi tubuh sekaligus memberikan tingkat kebebasan seksual yang tinggi, tanpa perlu tergantung pada pasangan. Ini berlaku bagi pria maupun wanita.

Masturbasi mengajarkan hal yang sangat penting: bagaimana tubuh merespon rangsangan seksual. Ini penting dipelajari sebagai kunci untuk menikmati aktivitas seksual dalam bentuk yang lain.

Tidak ada cara yang 'pasti' untuk masturbasi. Anatomi setiap wanita tak selalu sama, begitu juga keadaan psikologisnya. Ini menyebabkan wanita melakukan masturbasi dengan cara berbeda, bahkan jika mereka menggunakan teknik dasar yang sama. Masturbasi seharusnya menyenangkan dan dapat dinikmati, bagaimanapun cara melakukannya.

Bagi kebanyakan orang, frekuensi bermasturbasi tidak berubah saat mereka menikah. Bahkan, ada sebagian yang justru melakukannya lebih sering dibanding ketika masih lajang. Sebenarnya, ini bukanlah sebuah masalah. Ini juga bukan pertanda bahwa mereka tidak puas secara seksual terhadap pasangannya. Dalam kehidupan nyata, banyak kebutuhan seksual wanita tidak terpenuhi secara penuh oleh pasangan mereka, meskipun mereka pasangan romantis dan bahagia sekalipun.

Masturbasi, tidak selamanya berarti aktivitas seksual tunggal. Ini bisa juga menjadi sarana untuk berbagi

kesenangan dengan pasangan. Karena, bila wanita telah mengenali tubuh mereka dengan baik, mereka akan bisa memberikan arahan yang tepat bagi pasangan, bagaimana cara terbaik untuk mencapai orgasme.

Hal ini juga bisa menjadi alternatif saat Anda menginginkan hubungan seksual sementara keadaan tidak memungkinkan.

Demikian pula sebaliknya. Saat sedang tidak memiliki gairah untuk pasangan seks, Anda masih bisa tetap mendapatkan kesenangan untuk diri sendiri